Merenung Hidup dalam pandangan Qur’an
Hidup haruslah bermakna dan berguna. Maka, bagaimana sebenarnya hidup yang bermakna? Al-Qur'an memiliki bahasa sendiri di dalam menegaskan pernyataan tentang hidup bermakna. Allah SWT., berfirman dalam al-qur'an surat wal-ashri yang artinya "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal shalih, saling berwasiat dengan kebenaran serta berbuat sabar" (QS Wal-Ashri 1-3).Di tengah tidak menentunya arus kehidupan, laju modernisasi tak terkendali, budaya tanpa identitas, liarnya pergaulan bebas, kemajuan teknologi dan informasi melebihi batas kendali manusia, pertanyaan tentang tujuan hidup semakin penting dalam mendefinisikan diri serta menentukan proyeksi masa depan. Fenomena maraknya pelanggaran aturan yang menghiasi layar kaca bisa jadi merupakan ekses dari hilangnya prinsip dan nilai diri. Manusia bingung menggapai makna eksistensi hingga menghalalkan segala cara mewujudkan mimpi menjadi "sukses". Sukses yang tidak jelas makna dan tujuannya. Banyak yang tertipu penampilan dan kemasan yang disuguhkan dunia dan melalaikan fitrah hidup manusia.
Apakah gejala kaburnya makna hidup baru muncul di era modern ini saja? Tentu tidak. Fenomena ini telah mengakar lama sepanjang umur manusia itu sendiri. Jika saat ini mobil, rumah mewah, dan wanita cantik yang jadi penegas eksistensi, jaman dahulu bisa lebih liar lagi. Lambang kemewahan dunia berbentuk budak, selir, perhiasan, emas dan sutera. Lalu Rasulullah saw datang dengan Islam menyelamatkan manusia dari kesesatan dan keburukan era jahiliyyah. Islam datang menghapus kepongahan Romawi dan kesombongan Persia sebagai dua adidaya dunia masa itu. (Baca Al-Qur'an Surat Al-Humazah)
Betapa wal-ashri, surat singkat yang barangkali biasa berlalu lalang di lisan seorang mu'min ketika sholat memiliki makna begitu dalam. Empat pilar yang harus menjadi jalan pengabdian hidup manusia. Bagaimana menegaskan eksistensi hidup dengan menjadi pribadi yang beriman, beramal shalih, memiliki kualitas yang sanggup menyampaikan dan menerima nasehat kebenaran, serta untuk selalu bersabar. Empat hal ini menuntun manusia menjalani hidup yang baik untuk Sang Pencipta dan untuk sesamanya. Menunjukkan prinsip pokok bagaimana seharusnya memanfaatkan waktu. Agar umur yang telah Allah berikan tidak berlalu tanpa makna. Tanpa memiliki empat hal ini manusia telah benar-benar merugikan umurnya. Inilah Al-Qur'an, Kalamullah, yang mengantar umat manusia keluar dari era keburukan Jahiliyyah sepanjang masa. Semoga kebaikan Al-Qur'an senantiasa tersampaikan untuk menuntun dan menerangi hidup manusia hingga hari ditiupnya sangkakala.






0 komentar:
Posting Komentar